Resizable BAR adalah fitur yang memungkinkan prosesor mengakses seluruh memori kartu grafis sekaligus, bukan sepotong-sepotong. Banyak gamer sudah punya PC dan GPU yang mendukungnya, tetapi fitur ini sering belum aktif karena pengaturannya tersembunyi di BIOS. Padahal, pada game tertentu, mengaktifkannya dapat memberi tambahan FPS tanpa biaya sepeser pun.
Artikel ini menjelaskan pengertian Resizable BAR, cara kerjanya, syarat yang harus dipenuhi, cara mengecek statusnya, dan lima langkah mengaktifkannya dengan aman. Kamu juga akan tahu apa yang harus dilakukan jika pilihan Resizable BAR tidak muncul di BIOS.
(Sisipkan blok Table of Contents Rank Math di sini.)
Apa Itu Resizable BAR?
Resizable BAR (Base Address Register) adalah kemampuan PCI Express yang memungkinkan perangkat seperti kartu grafis menegosiasikan ukuran jendela akses memorinya dengan prosesor. Fitur ini bukan teknologi baru, karena sudah ada sejak era PCIe 3.0. Namun adopsinya baru meluas sekitar 2020 ketika AMD memasukkannya ke kartu Radeon RX 6000, lalu NVIDIA menyusul di seri GeForce RTX 30.
Beberapa nama lain yang perlu kamu kenali:
- Resizable BAR atau ReBAR: istilah umum, dipakai NVIDIA dan Intel.
- Smart Access Memory (SAM): nama versi AMD.
- Re-Size BAR Support atau Clever Access Memory: nama pengaturan di BIOS beberapa motherboard.
Cara Kerja Resizable BAR
Tanpa Resizable BAR, prosesor hanya bisa mengakses VRAM kartu grafis dalam potongan sekitar 256 MB. Saat game memuat tekstur dan aset yang besar, data harus dikirim lewat banyak transfer kecil yang antre satu per satu.
Dengan Resizable BAR aktif, prosesor bisa mengakses seluruh VRAM sekaligus. Transfer menjadi lebih sedikit tetapi lebih besar, dan beberapa permintaan dapat berjalan bersamaan. Bayangkan pintu gudang yang tadinya hanya muat satu kardus, lalu dilebarkan sehingga banyak kardus bisa masuk sekaligus.
Jika kamu ingin memahami bagaimana VRAM memengaruhi performa game, baca juga artikel kami tentang VRAM GPU penuh dan dampaknya ke performa.
Apakah Resizable BAR Meningkatkan FPS?
Jawabannya: bisa, tetapi tidak selalu. Hasilnya bergantung pada game, kartu grafis, dan sistem yang dipakai.
- Pada sebagian game, peningkatan bisa terasa jelas, terutama di game modern dengan aset besar.
- Pada game lain, hasilnya nyaris tidak berubah.
- Angka peningkatan yang sering dikutip produsen adalah skenario terbaik, bukan rata-rata di semua game.
Karena itu, jangan berharap lonjakan besar di setiap judul. Cara terbaik adalah menguji sendiri: jalankan benchmark atau game favoritmu sebelum dan sesudah Resizable BAR diaktifkan, lalu bandingkan FPS dan kelancarannya.
Syarat Mengaktifkan Resizable BAR
Semua komponen berikut harus mendukung, bukan hanya kartu grafisnya.
| Komponen | Syarat umum |
|---|---|
| Kartu grafis | AMD Radeon RX 6000 atau lebih baru, NVIDIA GeForce RTX 30 atau lebih baru, atau Intel Arc. Kartu Intel Arc bahkan membutuhkan Resizable BAR untuk performa yang layak |
| Prosesor | CPU AMD dan Intel generasi yang mendukung. Pada Intel, dukungan tersedia pada prosesor generasi lama hingga Skylake dengan BIOS yang sesuai |
| Motherboard | Memiliki opsi Above 4G Decoding dan Re-Size BAR Support di BIOS |
| Mode boot | UEFI aktif, sedangkan CSM atau Legacy Mode dinonaktifkan |
| BIOS | Sebaiknya versi terbaru dari produsen motherboard |
Sebelum membeli atau mengupgrade, cek juga kecocokan komponen dengan membaca cara mengetahui kompatibilitas motherboard dengan prosesor. Jalur PCIe juga berperan, jadi artikel tentang perbedaan PCIe Gen 3, Gen 4, dan Gen 5 bisa membantu.
Cara Cek Resizable BAR Sudah Aktif atau Belum
Ada dua cara yang mudah:
- GPU-Z. Buka GPU-Z lalu lihat kolom Resizable BAR. Jika tertulis Enabled, fitur sudah aktif.
- NVIDIA Control Panel. Untuk kartu GeForce, buka System Information di pojok kiri bawah, lalu cari baris Resizable BAR. Jika tertulis Yes, fitur sudah aktif.
- Software resmi. Pada sistem Intel, kamu bisa memakai Intel Driver & Support Assistant untuk memastikan statusnya.
5 Langkah Mengaktifkan Resizable BAR di BIOS
Nama menu dapat berbeda antar produsen motherboard, tetapi alurnya serupa.
Langkah 1: Update BIOS motherboard. Kunjungi situs produsen, unduh BIOS terbaru, dan perbarui sesuai petunjuk. Tanpa BIOS yang cukup baru, opsi Resizable BAR sering tidak muncul. Ingat, pengaturan bisa kembali ke default setelah BIOS diperbarui, jadi ulangi langkah berikutnya jika perlu.
Langkah 2: Pastikan Windows memakai mode UEFI dan disk GPT. Resizable BAR membutuhkan mode boot UEFI dan CSM yang nonaktif. Jika Windows kamu terpasang di disk MBR (mode Legacy), mematikan CSM bisa membuat Windows gagal booting. Konversi dulu disk ke GPT, dan buat cadangan data sebelum melakukannya.
Langkah 3: Masuk ke BIOS. Restart PC, lalu tekan tombol BIOS saat booting, biasanya Del atau F2 (cek manual motherboard bila berbeda).
Langkah 4: Aktifkan pengaturan yang diperlukan.
- Nonaktifkan CSM (Compatibility Support Module) atau Legacy Mode, dan pilih UEFI.
- Setel Above 4G Decoding ke Enabled.
- Setel Re-Size BAR Support ke Enabled (atau Auto jika tidak ada pilihan Enabled).
Pada motherboard AMD, opsinya bisa bernama Smart Access Memory atau sejenisnya.
Langkah 5: Simpan, restart, lalu verifikasi. Tekan F10 untuk menyimpan, masuk Windows, kemudian cek dengan GPU-Z atau NVIDIA Control Panel seperti pada bagian sebelumnya. Mengatur pengaturan BIOS lain seperti profil memori juga mirip alurnya, seperti dibahas di cara mengaktifkan XMP RAM di BIOS.
Resizable BAR Tidak Muncul di BIOS? Ini Solusinya
- Update BIOS ke versi terbaru. Ini penyebab paling umum.
- Update driver GPU dari situs resmi NVIDIA, AMD, atau Intel.
- Pada beberapa kartu grafis generasi awal yang mendukungnya, produsen mungkin menyediakan pembaruan vBIOS kartu. Cek halaman dukungan produsen kartu grafismu.
- Pastikan CSM benar-benar nonaktif dan mode boot UEFI.
- Cek kecocokan komponen. Jika CPU, motherboard, atau GPU tidak mendukung, opsinya memang tidak akan tersedia.
Apakah Resizable BAR Aman? Kapan Perlu Dimatikan?
Fitur ini dirancang sebagai bagian standar PCI Express dan aman dipakai. Namun, jika setelah diaktifkan kamu menemukan game tertentu justru lebih lambat atau tidak stabil, kamu bisa mematikannya kembali lewat BIOS. Beberapa game memang tidak diuntungkan dan, pada kasus langka, performanya bisa sedikit turun. Pengujian langsung adalah cara paling jujur untuk menilai.
Sumber resmi untuk panduan lanjutan: panduan Intel tentang Resizable BAR dan penjelasan Corsair.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah Resizable BAR sama dengan Smart Access Memory? Pada dasarnya sama. Smart Access Memory (SAM) adalah nama versi AMD untuk teknologi Resizable BAR.
Apakah Resizable BAR perlu diaktifkan manual? Pada banyak PC, ya. Fitur ini kadang tidak aktif secara default, tergantung motherboard dan versi BIOS. Cek statusnya dengan GPU-Z.
Apakah Resizable BAR bisa dipakai di GPU lama? Tidak semua. Dukungan resminya meluas mulai kartu generasi RTX 30 dan Radeon RX 6000. Kartu yang lebih lama umumnya tidak mendukung.
Apakah mengaktifkan Resizable BAR bisa merusak PC? Tidak merusak hardware. Risiko utamanya adalah Windows gagal booting jika CSM dimatikan pada disk MBR, jadi pastikan disk berformat GPT lebih dulu.
Apakah Resizable BAR menambah RAM atau VRAM? Tidak. Fitur ini hanya mengubah cara prosesor mengakses VRAM yang sudah ada, bukan menambah kapasitasnya.
Kesimpulan
Resizable BAR adalah fitur gratis yang layak dicoba jika CPU, motherboard, dan GPU kamu mendukungnya. Mulailah dengan memperbarui BIOS, pastikan Windows memakai UEFI dengan disk GPT, aktifkan Above 4G Decoding dan Re-Size BAR Support, lalu verifikasi dengan GPU-Z. Hasilnya berbeda untuk tiap game, jadi uji sendiri sebelum dan sesudahnya. Jika tidak ada manfaatnya di game yang kamu mainkan, mematikannya kembali hanya butuh beberapa menit.
Sudah mencoba Resizable BAR di PC kamu? Ceritakan hasil FPS-nya di kolom komentar!
