Saat membahas performa PC gaming, pengguna biasanya lebih fokus pada processor, RAM, dan kartu grafis. Padahal, terdapat beberapa fitur pada platform PC modern yang juga dapat memengaruhi cara CPU dan GPU berkomunikasi.
Salah satunya adalah Resizable BAR.
Fitur ini sering ditemukan pada pengaturan BIOS motherboard dan dapat berkaitan dengan teknologi seperti Smart Access Memory pada platform tertentu. Namun, masih banyak pengguna yang belum mengetahui apa fungsi sebenarnya dan apakah fitur ini memang perlu diaktifkan.
Lalu, apa itu Resizable BAR dan apakah mengaktifkannya dapat membuat game berjalan lebih cepat?
Apa Itu Resizable BAR?
Resizable BAR adalah fitur berbasis PCI Express yang memungkinkan processor mengakses area framebuffer GPU dengan cara yang lebih fleksibel dibandingkan mekanisme akses tradisional. Untuk penjelasan teknis mengenai teknologi ini.
https://learn.microsoft.com/id-id/windows-hardware/drivers/pci/pci-express-faq-for-graphics
BAR merupakan singkatan dari Base Address Register.
Pada konfigurasi tertentu, akses CPU terhadap memori GPU sebelumnya dapat dilakukan melalui ukuran window yang lebih terbatas. Resizable BAR memungkinkan sistem menyediakan akses terhadap bagian memori GPU yang lebih besar ketika kondisi dan perangkat keras mendukungnya.
Tujuan akhirnya adalah membuat komunikasi antara CPU dan GPU menjadi lebih efisien pada beban kerja tertentu.
Namun, Resizable BAR bukan berarti otomatis membuat semua game mengalami peningkatan performa yang besar.
Bagaimana Resizable BAR Bekerja?
Untuk memahami konsepnya, bayangkan GPU memiliki sebuah ruang penyimpanan besar yang berisi berbagai data yang dibutuhkan ketika menjalankan aplikasi atau game.
CPU perlu berkomunikasi dengan GPU untuk mengakses data tersebut.
Tanpa mekanisme yang memungkinkan akses lebih luas, CPU dapat bekerja melalui area akses tertentu secara bertahap.
Dengan Resizable BAR, sistem yang kompatibel dapat memberikan CPU akses terhadap area framebuffer GPU yang lebih besar dalam satu waktu.
Secara sederhana:
Tanpa Resizable BAR
CPU
↓
Area akses GPU terbatas
↓
GPU Memory
Sedangkan dengan Resizable BAR:
CPU
↓
Akses area GPU lebih besar
↓
GPU Memory
Implementasi sebenarnya jauh lebih kompleks, tetapi gambaran tersebut dapat membantu memahami konsep dasarnya.
Apakah Resizable BAR Sama dengan Smart Access Memory?
Kedua istilah tersebut sering muncul bersamaan sehingga mudah membingungkan.
Secara konsep, keduanya berkaitan dengan kemampuan CPU mengakses memori GPU secara lebih luas.
Resizable BAR merupakan bagian dari standar PCI Express yang didukung oleh berbagai platform.
Sementara Smart Access Memory (SAM) merupakan istilah yang digunakan AMD untuk teknologi dan implementasinya pada platform yang kompatibel.
Jadi, pengguna tidak perlu menganggap keduanya sebagai dua teknologi yang sepenuhnya berbeda.
Apa Manfaat Resizable BAR?
Manfaat utama Resizable BAR adalah memberikan jalur akses memori yang lebih fleksibel antara CPU dan GPU.
Pada game atau workload tertentu, perubahan tersebut dapat membantu GPU memperoleh data dengan lebih efisien.
Potensi manfaatnya antara lain:
- meningkatkan frame rate pada game tertentu;
- membantu mengurangi overhead komunikasi CPU-GPU;
- meningkatkan efisiensi pengiriman data;
- memanfaatkan kemampuan hardware modern secara lebih optimal.
Tetapi hasilnya tidak selalu sama pada setiap game.
Ada game yang mendapatkan peningkatan performa, ada yang perubahannya sangat kecil, dan ada pula kondisi tertentu yang hampir tidak menunjukkan perbedaan.
Apakah Resizable BAR Membuat FPS Naik?
Jawaban singkatnya:
Bisa, tetapi tidak selalu signifikan.
Peningkatan performa sangat bergantung pada kombinasi hardware, game, driver, resolusi, setting grafis, dan optimasi dari game itu sendiri.
Misalnya, sebuah game mungkin mendapatkan peningkatan FPS ketika Resizable BAR aktif.
Namun game lain mungkin hanya mengalami perubahan kecil.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap Resizable BAR sebagai fitur yang dapat meningkatkan FPS secara otomatis dalam semua kondisi.
Jika ingin mengetahui dampaknya pada sistem sendiri, cara terbaik adalah melakukan benchmark dengan konfigurasi yang sama.
Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menggunakan Resizable BAR?
Resizable BAR membutuhkan dukungan dari beberapa bagian sistem.
Secara umum, hal yang perlu diperhatikan adalah:
- motherboard yang mendukung fitur tersebut;
- BIOS/UEFI yang mendukung Resizable BAR;
- processor yang kompatibel;
- GPU yang mendukung fitur tersebut;
- driver GPU yang sesuai;
- sistem operasi yang mendukung konfigurasi tersebut.
Artinya, tidak cukup hanya memiliki GPU baru.
Motherboard dan BIOS juga memiliki peran penting.
Cara Mengecek Resizable BAR di PC
Pada beberapa motherboard, Resizable BAR dapat ditemukan melalui menu BIOS/UEFI.
Nama menu dapat berbeda tergantung produsen motherboard.
Beberapa pengaturan yang biasanya berkaitan antara lain:
Above 4G Decoding
Resizable BAR
CSM
Pada beberapa sistem, Resizable BAR membutuhkan Above 4G Decoding dalam keadaan aktif.
Namun, konfigurasi setiap motherboard dapat berbeda.
Karena itu, sebaiknya pengguna melihat dokumentasi motherboard sebelum mengubah pengaturan BIOS.
Apa Hubungan Above 4G Decoding dengan Resizable BAR?
Jika pernah membuka BIOS, pengguna mungkin menemukan opsi bernama Above 4G Decoding.
Opsi tersebut berkaitan dengan kemampuan sistem menangani alamat perangkat PCI Express di atas batas alamat tertentu.
Pada platform yang mendukung Resizable BAR, Above 4G Decoding biasanya menjadi salah satu bagian dari konfigurasi yang diperlukan.
Namun, jangan menganggap kedua opsi tersebut sebagai fitur yang sama.
Above 4G Decoding dan Resizable BAR memiliki fungsi berbeda, meskipun dapat saling berkaitan dalam konfigurasi sistem modern.
Mengapa CSM Bisa Berpengaruh?
CSM atau Compatibility Support Module merupakan fitur firmware yang digunakan untuk membantu kompatibilitas dengan mekanisme boot lama.
Pada konfigurasi tertentu, penggunaan Resizable BAR dapat membutuhkan sistem menggunakan mode UEFI modern.
Karena itu, CSM dapat menjadi salah satu pengaturan yang perlu diperhatikan ketika melakukan konfigurasi.
Namun, jangan langsung menonaktifkan CSM tanpa mengetahui konfigurasi sistem.
Perubahan mode boot pada komputer yang masih menggunakan konfigurasi lama dapat menyebabkan sistem operasi tidak melakukan boot dengan benar.
Cara Mengecek Apakah Resizable BAR Aktif
Setelah melakukan konfigurasi BIOS, status Resizable BAR dapat diperiksa menggunakan software yang disediakan oleh produsen GPU atau melalui informasi sistem tertentu.
Pada kartu grafis NVIDIA, misalnya, informasi mengenai Resizable BAR dapat diperiksa melalui NVIDIA Control Panel pada sistem yang mendukungnya.
Pengguna juga dapat menggunakan aplikasi monitoring GPU untuk melihat informasi mengenai fitur tersebut.
Hal yang paling penting adalah memastikan bahwa:
Motherboard → Mendukung
BIOS → Mendukung
CPU → Kompatibel
GPU → Mendukung
Driver → Sesuai
Jika salah satu bagian tidak mendukung, fitur tersebut mungkin tidak dapat digunakan secara optimal.
Apakah Resizable BAR Aman Diaktifkan?
Pada hardware dan konfigurasi yang memang mendukungnya, Resizable BAR merupakan fitur normal yang disediakan untuk meningkatkan kompatibilitas dan efisiensi akses memori GPU.
Namun, proses mengaktifkannya biasanya melibatkan perubahan pengaturan BIOS.
Karena BIOS merupakan bagian penting dari sistem, pengguna sebaiknya tidak mengubah pengaturan lain secara sembarangan.
Sebelum melakukan perubahan, catat konfigurasi BIOS sebelumnya sehingga lebih mudah mengembalikannya jika terjadi masalah.
Bagaimana Cara Mengetahui Resizable BAR Benar-Benar Meningkatkan Performa?
Jangan hanya melihat angka FPS sekali.
Jika ingin melakukan pengujian, gunakan metode benchmark sederhana.
Misalnya:
Pengujian pertama
Resizable BAR → OFF
Game → sama
Resolusi → sama
Graphics setting → sama
Driver → sama
Catat hasil FPS atau benchmark.
Kemudian:
Pengujian kedua
Resizable BAR → ON
Game → sama
Resolusi → sama
Graphics setting → sama
Driver → sama
Bandingkan hasilnya.
Dengan cara tersebut, pengguna dapat melihat apakah fitur tersebut benar-benar memberikan manfaat pada PC yang digunakan.
Jangan Hanya Mengejar FPS
Peningkatan performa komputer tidak selalu harus dilihat dari FPS rata-rata.
Perhatikan juga:
- 1% low FPS;
- frame time;
- kestabilan frame rate;
- penggunaan CPU;
- penggunaan GPU;
- temperatur GPU;
- temperatur CPU.
Misalnya FPS rata-rata hanya naik sedikit, tetapi frame time menjadi lebih stabil.
Dalam kondisi tertentu, perubahan tersebut tetap dapat membuat pengalaman bermain terasa lebih nyaman.
Kapan Resizable BAR Layak Diaktifkan?
Jika motherboard, processor, GPU, dan firmware semuanya mendukung Resizable BAR, tidak ada salahnya mencoba fitur tersebut.
Terutama jika PC digunakan untuk gaming dan pengguna ingin mendapatkan konfigurasi hardware yang lebih optimal.
Namun, jangan berharap perubahan yang sangat besar.
Resizable BAR lebih tepat dianggap sebagai optimasi tambahan, bukan pengganti upgrade hardware.
Jika PC masih menggunakan GPU yang sangat lemah, mengaktifkan Resizable BAR tidak akan mengubah GPU tersebut menjadi kartu grafis kelas tinggi.
Kesimpulan
Resizable BAR merupakan fitur pada platform PCI Express yang memungkinkan CPU mengakses framebuffer GPU dengan cara yang lebih fleksibel pada sistem yang kompatibel.
Teknologi ini dapat memberikan peningkatan performa pada game tertentu, tetapi hasilnya bergantung pada hardware, driver, game, dan konfigurasi sistem.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap Resizable BAR sebagai solusi utama untuk meningkatkan FPS.
Jika perangkat mendukungnya, fitur ini dapat dicoba melalui BIOS/UEFI dan kemudian diuji menggunakan benchmark untuk melihat dampak sebenarnya.
Dengan memahami fungsi Resizable BAR, pengguna PC dapat melakukan optimasi sistem dengan lebih terukur dan tidak hanya mengandalkan klaim peningkatan performa.
